Berita  

Promosi Batik Ciprat di Sentra Terpadu Kartini Temanggung

Sentra Terpadu Kartini Temanggung menggelar peringatan Hari Batik Nasional 2025 dengan mengangkat batik ciprat dan program layanan rehabilitasi. Menurut Kepala Sentra Terpadu Kartini, Dewi Suhartini, mayoritas pembuat batik ciprat adalah penyandang disabilitas intelektual dan ODGJ yang menjadi penerima manfaat dari Sentra Terpadu Kartini. Mereka lebih mudah membuat pola dengan teknik ciprat daripada mencanting yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Acara peringatan Hari Batik Nasional di Sentra Terpadu Kartini Temanggung diisi dengan berbagai kegiatan, seperti membatik bersama, fashion show, live cooking, sosialisasi program layanan rehabilitasi, serta pameran hasil karya penyandang disabilitas. Sentra Kartini juga bekerja sama dengan Sekolah Rakyat (SR) untuk melibatkan anak-anak sekolah dalam kegiatan ini. Anak-anak diajak untuk mencanting, sementara penerima manfaat memberikan sentuhan ciprat warna.

Tujuan dari kolaborasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan batik ciprat dan menyediakan inklusi bagi semua kalangan masyarakat. Selain itu, salah satu program unggulan yang disosialisasikan adalah layanan mobile rehabilitasi. Program ini dirancang untuk membantu penyandang disabilitas yang mengalami kesulitan datang langsung ke sentra. Melalui layanan mobile rehabilitasi, penerima manfaat bisa mendapatkan informasi dan layanan awal sebelum melanjutkan terapi di sentra atau rumah terapi lain.

Seorang penerima manfaat bernama Habibi telah belajar membuat batik ciprat selama setahun dan berhasil memamerkan karyanya di depan publik. Menurutnya, karya batik ciprat yang dibuatnya tidak hanya dijual tetapi juga dipakai sendiri. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan batik ciprat semakin dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat luas.

Source link