Manfaat Kesehatan Terbukti dari Mengkonsumsi Tulang

Makan Tulang: Kembali ke Tradisi Kuno yang Bergizi

Dulu, memasak daging dengan tulang dianggap tidak sehat dan tidak pantas. Namun, tren kaldu tulang (bone broth) mulai berubah sejak tahun 2018. Tulang mengandung lebih banyak nutrisi daripada yang kita kira, seperti kalsium, fosfat, zat besi, magnesium, dan kalium. Menurut ilmuwan pangan Joe Regenstein, memakan tulang sebenarnya sudah menjadi tradisi di berbagai budaya.

Walaupun tulang berkaya nutrisi, gigi manusia tidak dirancang untuk menggigit tulang keras. Inilah mengapa beberapa budaya lebih fokus pada ekstraksi lemak dan protein dari tulang, bukan untuk dimakan. Namun, ada juga budaya yang memakan seluruh tulang hewan kecil sekaligus.

Beberapa masyarakat masih memakan bagian tulang tertentu, seperti ujung tulang ayam atau ekor ikan. Beberapa bahkan memakan tulang panjang seperti femur, menunjukkan kebiasaan budaya yang bertahan dari kondisi kelangkaan pangan.

Selain dimakan secara langsung, tulang juga dapat diolah menjadi bubuk halus untuk digunakan sebagai suplemen gizi. Beberapa perusahaan telah mulai menjual produk makanan yang mengandung tulang lunak, menandakan kebangkitan minat akan makan tulang di seluruh dunia.

Dengan penelitian dan inovasi yang terus dilakukan, tidak menutup kemungkinan bahwa makan tulang akan menjadi tren makanan yang populer di masa depan. Sebuah tradisi kuno yang kembali dengan nilai gizi yang tinggi dan manfaat yang tak terduga.

Source link