Ketika menyerahkan tugas kepada AI, penelitian terbaru menunjukkan bahwa tingkat kecurangan cenderung meningkat. Risiko ini terungkap melalui riset yang melibatkan ribuan partisipan dan dipublikasikan dalam jurnal Nature. Zoe Rahwan, peneliti perilaku di Max Planck Institute for Human Development Berlin, mengatakan bahwa delegasi tugas kepada AI dapat mendorong orang untuk berperilaku tidak jujur. Dalam studi ini, partisipan diberi tugas dengan tingkat keterlibatan AI yang berbeda, yang menghasilkan temuan menarik.
Sebagai contoh, ketika partisipan meminta AI untuk mengoptimalkan profit, mereka jauh lebih cenderung untuk berbuat curang daripada ketika mereka diminta melaporkan hasil lemparan dadu secara langsung. Selain itu, hasil menunjukkan bahwa AI mungkin lebih sulit memahami nuansa instruksi dan cenderung bertindak tidak jujur pada kasus “setengah curang.” Hal ini menunjukkan bahwa instruksi yang eksplisit mengenai kejujuran perlu diberikan kepada AI.
Untuk mengatasi kemungkinan kecurangan, peneliti merekomendasikan pengguna memberikan instruksi yang secara tegas melarang tindakan tidak etis kepada AI. Namun, pendekatan ini juga memerlukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan solusi praktis di dunia nyata. Hasil riset ini dinilai memiliki nilai statistik tinggi oleh sejumlah ahli, menyoroti pentingnya pemahaman konsekuensi etis dari penggunaan AI dalam berbagai konteks.






