Kronologi 20 Tahun Polisi Gadungan AKP Beraksi di Bekasi

Pada Senin, 15 September 2025, seorang pria berinisial W alias A (59) menciptakan keributan di Kabupaten Bekasi. Mengaku sebagai seorang polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP), W sebenarnya adalah seorang polisi gadungan yang sudah melakukan aksinya sejak tahun 2005. Selama hampir dua dekade, dia berhasil menipu banyak orang dengan janji-janji palsu, mulai dari menyelesaikan kasus hingga memberikan jalan pintas untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Komisaris Besar Polisi Mustofa dari Kepolisian Resor Bekasi Kabupaten mengungkapkan bahwa pelaku berhasil ditangkap setelah tiga orang melaporkan kerugian total sebesar Rp86 juta. Namun, polisi menduga ada lebih banyak korban yang belum melaporkan kasusnya. Pelaku sering kali berpura-pura menjadi anggota kepolisian dengan pangkat AKP, dan uang hasil penipuannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, aksi pemalsuan polisi gadungan ini tidak berakhir di situ saja. Pelaku sering menjanjikan keselamatan kepada korban dengan berbagai cara, dari mengurus kasus hukum hingga membuat seseorang menjadi PNS. Untuk meyakinkan korban, W seringkali mengenakan seragam dinas Polri palsu yang dibelinya di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, dan membuat kartu tanda anggota (KTA) palsu yang sering diganti-ganti.

Korban pertama, Kasiyanto, mengalami tipuan ketika meminta bantuan untuk mencari motor yang hilang. Motor milik Kasiyanto tidak hanya hilang, tapi juga dirampok oleh pelaku setelah diminta uang sebesar Rp1 juta. Korban ketiga, Uun, juga jadi korban ketika meminta bantuan untuk membebaskan anaknya yang ditahan di Polres Bekasi Kabupaten, dengan pelaku meminta uang sebesar Rp20 juta. Selain itu, pelaku juga memiliki catatan buruk lain, seperti membawa kabur istri orang hingga merusak rumah tangga korban.

Saat ini, W telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kepolisian Resor Bekasi Kabupaten dengan tuduhan penipuan dan penggelapan. Motif dari aksinya disebabkan oleh kebutuhan ekonomi, namun aksinya jelas merugikan banyak orang.

Source link