Berita  

Kemenhub Dorong Konektivitas untuk Pemerataan Ekonomi

Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk memperkuat konektivitas transportasi nasional guna mendukung kelancaran mobilitas barang dan orang, sehingga tercipta akses yang merata, terjangkau, dan mendorong pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia. Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, dengan konektivitas yang semakin baik, diharapkan perekonomian daerah dapat tumbuh dengan cepat, kesenjangan antarwilayah berkurang, dan peluang usaha semakin terbuka. Pembangunan sektor transportasi diarahkan untuk meningkatkan konektivitas, memperlancar mobilitas, dan mengurangi kesenjangan wilayah sesuai dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempercepat pergerakan orang, barang, dan jasa melalui program kapal perintis, penyelenggaraan Public Service Obligation (PSO) angkutan laut, rede transport, serta layanan kapal khusus ternak. Saat ini, terdapat berbagai trayek kapal perintis, kapal PSO, kapal rede, dan kapal angkutan laut perintis barang untuk mendukung konektivitas di berbagai wilayah. Program-program yang dicanangkan di dalam RPJMN 2025-2029, seperti pengembangan jaringan pelabuhan terpadu, penguatan infrastruktur konektivitas, dan dukungan konektivitas bagi kawasan perdesaan, perbatasan, dan transmigrasi, juga menjadi fokus pengembangan di bidang transportasi laut.

Di sektor perhubungan udara, tersedia layanan penerbangan perintis dan jembatan udara. Angkutan udara perintis di Indonesia melayani berbagai korwil dari Pulau Sumatera sampai Papua, dengan berbagai rute penerbangan penumpang dan kargo. Selain itu, Direktorat Jenderal Perkeretaapian terus mengembangkan jaringan kereta api melalui skema pendanaan non-APBN, seperti investasi swasta dan KPBU. Dengan pengembangan infrastruktur transportasi nasional, berbagai moda kereta api seperti MRT, Skytrain, LRT, dan Commuter Line menjadi penunjang konektivitas yang penting dalam mendukung mobilitas penduduk Indonesia.

Source link