Kementerian Pariwisata Indonesia tengah mempromosikan 13 destinasi wisata unggulan kepada biro perjalanan di China. Di antara puluhan ribu pulau yang dimiliki Indonesia, 13 destinasi wisata dipilih untuk diperkenalkan kepada publik China. Acara “Wonderful Indonesia Business Matching” yang diselenggarakan di Beijing menghubungkan 23 pelaku usaha pariwisata dari Indonesia dengan biro perjalanan dan influencer di China untuk memperkenalkan destinasi wisata Indonesia yang menarik.
Destinasi yang ditawarkan meliputi berbagai tempat menarik seperti Danau Toba di Sumatera Utara, Batam dan Bintan di Kepulauan Riau, pantai-pantai di Bangka Belitung, Jakarta, Yogyakarta dengan Candi Borobudur dan Prambanan, serta Bromo-Tengger-Semeru di Jawa Timur. Pulau Bali, Gili Meno, Gili Trawangan, dan Gili Air di Lombok, serta destinasi lain seperti Komodo di Labuan Bajo, Manado, Wakatobi, Morotai, dan Raja Ampat juga menjadi pilihan yang menarik.
Wisatawan asing, termasuk dari China, dapat menikmati berbagai kegiatan selain keindahan alam Indonesia, seperti wisata kuliner, maritim, desa budaya, dan wellness tourism. Indonesia dan China telah terkoneksi melalui 11 maskapai penerbangan yang melayani rute antara kedua negara.
Hingga Juli 2025, jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia telah mencapai 8,5 juta orang. Dengan target mencapai 16 juta orang wisatawan pada tahun yang sama, Kementerian Pariwisata optimis dapat mencapai target tersebut. Selain itu, pemerintah Indonesia juga menargetkan pendapatan dari sektor pariwisata hingga USD 22 miliar pada tahun 2025, meningkat dari USD 16,7 miliar pada tahun sebelumnya.
Turis asal China, meskipun masih di bawah Malaysia, Australia, dan Singapura dalam jumlah kunjungan, telah mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Ni Made, perwakilan dari Kementerian Pariwisata Indonesia, optimis bahwa jumlah wisatawan asal China yang berkunjung ke Indonesia dapat terus bertambah dari waktu ke waktu. Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan di sektor pariwisata dan menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung yang datang ke Nusantara. Selain itu, negara kepulauan ini memiliki beragam budaya dan tradisi yang kaya, menceritakan kisah yang menarik dan memberikan pengalaman berharga bagi setiap pelancong yang datang mengunjungi Indonesia.
Dubes Djauhari menjelaskan bahwa Indonesia ingin membangun persahabatan melalui budaya, menghadirkan interaksi yang indah, dan saling memahami antarbudaya. Acara selanjutnya dilanjutkan dengan pertemuan bisnis antara pelaku usaha pariwisata Indonesia dan Beijing untuk menciptakan kolaborasi yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Indonesia terus berupaya memperluas cakupan wisatawan asing, termasuk dari China, untuk merasakan keindahan alam dan kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia.
















