Patah tulang atau fraktur sering kali disebabkan oleh pertolongan pertama yang salah di masyarakat. Untuk mengatasi masalah ini, mahasiswa Keperawatan Universitas Jember (Unej) mengadakan penyuluhan kesehatan tentang “Manajemen Penatalaksanaan Fraktur” di Ruang Mawar Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung. Acara ini dihadiri oleh pasien, keluarga pasien, dan Tim Humas Promosi Kesehatan Rumah Sakit. Materi penyuluhan mencakup pemahaman dasar tentang fraktur, tanda-tanda pengenalannya, serta teknik pertolongan pertama sebelum pasien dibawa ke fasilitas kesehatan.
Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2018 menunjukkan bahwa prevalensi fraktur di Indonesia cukup tinggi, terutama pada kasus fraktur ekstremitas bawah seperti patah tulang paha. Melalui edukasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi kasus patah tulang dan menjadi penolong pertama yang kompeten.
Para mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini juga melihat kesempatan ini sebagai latihan untuk mengasah keterampilan komunikasi dan praktik lapangan. Dengan begitu, ilmu yang dipelajari di kampus dapat langsung bermanfaat bagi masyarakat. Semoga melalui edukasi ini, risiko komplikasi yang disebabkan oleh fraktur seperti perdarahan, infeksi, atau kecacatan permanen dapat diminimalkan.


















