Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memberikan arahan untuk menambahkan jumlah kursi di DPR RI pada Pemilihan Umum 2029. Menurutnya, peningkatan kursi adalah indikator kinerja penting bagi seorang ketua umum dan pengurus partai. Hanya dua ketua umum Golkar setelah reformasi yang berhasil meningkatkan jumlah kursi, yakni Akbar Tanjung dan Airlangga Hartarto. Bahlil menekankan bahwa penurunan kursi parpol menunjukkan kurangnya prestasi, dan sebagai pemimpin, ia harus mengakui keberhasilan yang telah dicapai.
Dalam upaya untuk meningkatkan perolehan kursi Golkar, Bahlil menyoroti pentingnya kreativitas dalam politik. Dia juga menyerukan untuk memprioritaskan kesejahteraan, pemerataan, dan komitmen pada Undang-Undang Dasar serta Pancasila. Bahlil memberikan apresiasi khusus kepada Golkar Sulteng yang berhasil mengantarkan kader-kadernya ke DPR RI dan posisi kepala daerah. Sebagai bentuk penghargaan, Bahlil memberikan tanggung jawab kepada Arus A Karim untuk memimpin Golkar Sulteng periode 2025-2030 dengan harapan peningkatan jumlah kursi di semua tingkatan legislatif.
Dalam klarifikasi, Bahlil menegaskan bahwa kemenangan tanpa peningkatan kursi tidak memiliki arti. Bagi Golkar, peningkatan kursi adalah prioritas utama. Pencapaian kursi menjadi tolok ukur keberhasilan partai dan pemimpinnya. Konsekuensi tersebut harus dijalankan dengan serius, baik di tingkat daerah maupun nasional. Resolusi Bahlil untuk meningkatkan jumlah kursi di pemilu mendatang merupakan visi yang harus diemban dengan penuh komitmen dan dedikasi oleh seluruh kader partai.


















