Sekolah Rakyat Menengah Atas 37 Gresik (SRMA 37 Gresik) telah diresmikan dan mulai beroperasi di Kecamatan Sidayu, Gresik. Dalam upaya untuk memberikan fasilitas pendidikan bagi siswa prasejahtera, gedung yang sebelumnya digunakan sebagai UPT SMPN 30 Gresik telah direvitalisasi menjadi ruang belajar dan asrama. Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, juga menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan dari pemerintah pusat untuk mengimplementasikan program Sekolah Rakyat sebagai langkah untuk memuliakan masyarakat prasejahtera dan memutus rantai kemiskinan. Pendirian sekolah ini juga mendapat apresiasi dari Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI, Agus Zainal Arifin.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam mewujudkan pendidikan inklusif juga mendapat pujian, dengan infrastruktur penunjang pendidikan dan asrama yang sudah siap digunakan. Para siswa akan mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial untuk memastikan kesejahteraan pendidikan. Kepala Sekolah SRMA 37 Gresik juga menjelaskan proses matrisulasi yang akan dilakukan oleh para guru untuk mempersiapkan pendekatan belajar yang adaptif bagi siswa. Selain itu, peran orang tua dalam mendukung keberhasilan siswa juga sangat penting, seperti yang dirasakan oleh salah satu orang tua siswa yang merasa bersyukur dengan adanya Sekolah Rakyat tersebut.
Tak lupa, kebijakan pembatasan kunjungan wali murid pada masa awal diharapkan dapat membantu siswa untuk lebih fokus beradaptasi dengan lingkungan baru di asrama. Dukungan dari semua pihak diharapkan dapat memastikan keberhasilan pendidikan di Sekolah Rakyat Gresik.


















