Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, tengah menuntut agar ratusan truk bantuan diizinkan masuk ke Jalur Gaza sebelum melanjutkan perundingan dengan Israel. Kubu Hamas telah menyampaikan tuntutan ini kepada mediator selama beberapa hari terakhir, menurut laporan harian The Jerusalem Post yang dilaporkan oleh Kantor Berita Rusia RIA Novosti. Meskipun Presiden AS Donald Trump melalui utusannya, Steve Witkoff, sedang merumuskan kerangka perjanjian untuk mengakhiri perang dan membebaskan tawanan, belum ada kejelasan apakah rencana tersebut akan diumumkan dan apakah akan mencakup ultimatum kepada Hamas.
Pasca serangan roket dan sandera yang melibatkan Hamas dan Israel pada tanggal 7 Oktober 2023, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) meluncurkan Operasi Iron Swords dengan serangan terhadap target sipil dan memberlakukan blokade total terhadap Gaza. Konflik ini telah menewaskan lebih dari 60.000 warga Palestina dan 1.500 warga Israel. Diskusi tentang masa depan konflik di Gaza juga sedang berlangsung, dengan Israel dan Amerika Serikat membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk merumuskan kesepakatan baru dengan Hamas.
Serangan-serangan ini telah meluas ke Lebanon dan Yaman, serta memicu saling serang rudal antara Israel dan Iran. Meski kerangka perjanjian sedang dirumuskan, belum jelas bagaimana perkembangan selanjutnya antara Hamas dan Israel. Diskusi lebih lanjut dijadwalkan pada pertemuan yang lebih luas pada Selasa mendatang. Semua kejadian ini dilaporkan oleh The Jerusalem Post berdasarkan sumber terpercaya dan dapat diperoleh informasi lebih lanjut dari sumber lain.


















