Berita  

Prabowo Dorong Reformasi Fiskal dan Pengendalian Defisit

Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat terbatas di Jakarta pada Selasa malam untuk memberikan arahan kepada para menteri, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, terkait reformasi fiskal dan pentingnya menjaga defisit APBN. Sesuai dengan laporan dari Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam rapat tersebut Presiden Prabowo menyoroti perkembangan pembahasan APBN di DPR. Rapat tersebut diadakan setelah pertemuan mengenai optimalisasi kawasan ekonomi khusus di Istana Kepresidenan RI.

Presiden Prabowo memberikan arahan strategis mengenai reformasi fiskal, fokus belanja negara, dan pentingnya menjaga defisit yang stabil. Beliau juga menegaskan bahwa APBN harus digunakan sebagai alat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, Presiden Prabowo menyoroti perlunya deregulasi untuk menciptakan lingkungan usaha yang kondusif.

Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam sesi jumpa pers, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya menggunakan APBN untuk mendanai program-program penting pemerintah. Terkait deregulasi, Presiden Prabowo ingin agar perekonomian tidak hanya bergantung pada APBN. Selain itu, penyiapan RAPBN 2026 mengakomodir program-program prioritas presiden seperti makan bergizi gratis, sekolah rakyat, dan program dukungan ketahanan pangan.

Rapat tersebut dihadiri oleh Menkeu Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta dua wakil Menkeu. Penyusunan nota keuangan dan RAPBN 2026 diharapkan dapat disampaikan langsung oleh Presiden kepada DPR pada bulan Agustus mendatang. Semua langkah yang dibahas bertujuan untuk membantu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan tingkat kesejahteraan di Indonesia.

Source link