Satuan Kerja Khusus Pelaku Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) telah mengumumkan rencana untuk mengatur ulang jadwal ekspor Liquefied Natural Gas (LNG) karena terjadi peningkatan permintaan LNG di pasar domestik. Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Kurnia Chairi, menjelaskan bahwa diskusi sudah dilakukan dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan para pembeli untuk menyesuaikan jadwal pengiriman LNG sejak 2024.
Menurut Kurnia, peningkatan kebutuhan LNG di pasar domestik telah memicu perluasan kapasitas produksi LNG di dalam negeri. Meskipun demikian, upaya penjadwalan ulang pengiriman LNG dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok LNG dalam negeri. Para pembeli dipahami situasi ini dengan baik sehingga tercapai kesepakatan untuk menunda sejumlah ekspor LNG sementara, tanpa konsekuensi komersial yang merugikan.
SKK Migas menyoroti peningkatan produksi LNG di BP Tangguh, Papua Barat, yang telah berkontribusi signifikan terhadap ketahanan stok LNG dalam negeri. Dengan kombinasi penundaan ekspor dan peningkatan produksi LNG, Kurnia menyatakan bahwa kebutuhan domestik dapat terpenuhi dengan baik. Meskipun demikian, diprediksi akan terjadi penurunan ekspor LNG jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Perkiraan menunjukkan bahwa Indonesia akan mengekspor sekitar 150 kargo LNG pada tahun 2025, sementara pasar domestik diperkirakan akan mengonsumsi 86 kargo. Namun, Kurnia menegaskan bahwa angka ini masih bersifat perkiraan awal dan akan terus dievaluasi untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar yang terus berubah. Melalui langkah-langkah yang diambil, SKK Migas bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara ekspor dan permintaan domestik LNG dengan lebih efisien.






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3600376/original/087569200_1634044310-WhatsApp_Image_2021-10-12_at_13.38.27__1_.jpeg?w=700)











