Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Pandu Patria Sjahrir menyatakan kesiapannya untuk menjadi pemain regional dalam industri energi terbarukan. Pandu mengungkapkan bahwa Pertamina New and Renewable Energy (NRE) baru saja melakukan investasi di Filipina dengan mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) senilai 120 juta dolar Amerika Serikat (AS). Investasi ini merupakan yang pertama diluar negeri bagi Danantara dan menandai kerja sama strategis antara Pertamina NRE dengan Citicore Renewable Energy Corporation (CREC) Filipina.
Grup Citicore saat ini mengoperasikan PLTS dengan total kapasitas 287 megawatt (MW) dan memiliki target untuk mencapai 5 gigawatt (GW) dalam 5 tahun. Pandu mengakui bahwa Filipina telah berhasil dalam sektor energi terbarukan dan Danantara ingin belajar dari pengalaman mereka untuk memindahkan pengetahuan tersebut ke Indonesia. Meski berinvestasi di luar negeri, Danantara tetap fokus pada pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Pandu juga menegaskan bahwa investasi ini dilakukan untuk mendapatkan akses yang lebih baik ke arus kas dan mengembangkan ekosistem Danantara. Dengan keterlibatan dalam investasi berskala besar, Danantara berharap dapat menarik perhatian investor global dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam sektor energi terbarukan.


















